Ninabobo

Friday, 16 June 2006

“ada sungai yang selalu bernyanyi
menebar riak,
menebar harum,
juga menebar pukau…

di sela daun itu dulu, anakku….

ada kicau burung punai

bercerita selalu kala pagi hinggap di bukit sana
seakan dia tak ingin terbang
meski seribu pemburu membidiknya.

Kini, ilalang itupun resah
padahal matahari tetap yang dulu
yang selalu menjaga waktu hingga senja memalang.
Inilah anakku nyanyian itu
yang telah berubah larik dan nadanya
sampai dia menjadi sampah seperti aku.”