Guru Tua, Sang Fundraiser

Wednesday, 21 November 2007

Ramadhan berlalu, datanglah Syawal. Sebulan berpuasa, sebulan beribadah, bagi lembaga keumatan, juga menjadi momen menggalang dana zakat-infak-sedekah dan wakaf. Dalam urusan ini, di Indonesia Timur pernah eksis sosok fundraiser andal, Sayid Idrus bin Salim (SIS) al-Djufrie. Ia menunjukkan ikhtiar pemberdayaan dan hasilnya juga konkret dalam kurun 46 tahun perjuangannya, sampai Tuhan memanggilnya. Buat publik Indonesia – yang kerap “dijejali” success story LSM asing, atau social hero wilayah Barat, Al-Djufrie bisa menjadi bahan inspirasi di tengah kompetisi penggalangan dana umat yang kian mirip satu sama lain ini oleh sejumlah lembaga yang berpusat di Jakarta.

Nukilan kisah ini, berawal dari peringatan milad Al-Khairaat ke 64. Saat itu, 14 Muharam 1414 Hijriah (1993), Ketua Utama Al-Khairaat, HS Saggaf al-Jufrie berpesan, Al-Khairaat memang tua, tapi bukan tua renta karena sesungguhnya Guru Tua (sebutan akrab tokoh ini) – SIS al Djufrie – bukan menciptakan kitab-kitab yang mati, melainkan kitab-kitab yang hidup, yang setiap zaman orang tak pernah keliru membacanya.

Pendapatnya, meneruskan pernyataan Guru Tua sendiri, ketika ditanya, mengapa tak mewariskan kitab? Beliau hanya menjawab: ‘Hadzihii kutubi, ini kitab-kitabku’ seraya menunjukkan hamparan bangunan perguruan Al-Khairaat. Tak terbantah, kiprah Guru Tua yang berpulang pada 12 Syawal 1389 (22 Desember 1969), berlanjut sampai hari ini di tangan abna’l khairaat, dengan 1000 lebih cabang yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia.
Read the rest of this entry »


Shi Sang Chi You Mama Hau

Tuesday, 20 November 2007

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria
berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah
yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya
menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka
duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang
terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi
keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan
untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah
menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.
Read the rest of this entry »


MENYINGKAP SELIMUT ITU!

Tuesday, 13 November 2007

oleh: Icha Koraag

Ketika anda menyingkap selimut seseorang, itu menunjukkan kedekatan hubungan anda dengan orang tersebut. Karena aku percaya kalau anda tidak mempunyai hubungan yang dekat dengan orang tersebut, jangankan menyingkap selimut, masuk ke kamar orang tersebut saja, sudah salah.

Sebaliknya kalau anda dekat dengan orang tersebut, jangankan menyingkap selimut itu, masuk bergabung di balik selimut tersebut saja, sah! Aku tidak akan berbicara kegiatan di balik selimut. Biarlah itu menjadi cerita pribadi masing-masing. Read the rest of this entry »


Keberhasilan dan kegagalan adalah milik bersama

Monday, 12 November 2007

Tak seorangpun mampu untuk menggolkan sebuah bola ke gawang lawan seorang diri meski dia seorang maestro pemain bola terhebat sekalipun meski sedemikian sempurnanya keadaan dilapangan pastilah diperlukan umpan, kerjasama, semangat dan keyakinan penuh tuk meraih kemenangan.

Demikian halnya dengan jabatan yang kita emban, seberapa tingginya tidak ada manfaatnya bila tiada seorangpun mau memberikan umpan yang dapat anda tendang jadi sebuah goal tujuan aktivitas yang kita lakukan. Pahamilah, sebesar apapun keberhasilan yang diraih bukanlah milik seorang, namun milik semua orang yang terlibat didalamnya pemain, pelatih, pemilik kesebelasan, sampai penonton sekalipun, karena memang ribuan tetesan peluh, pikiran, dan gempalan-gempalan tenaga menyatu bersama. Read the rest of this entry »


BAJU-BAJU YANG MENIPU…LOL [ Don't judge the book by the Cover ]

Monday, 12 November 2007

Penasaran dng email dari seorang kawan tentang asal muasal universitas stanford gw nyari2x di belantara google fersi asli dari cerita itu eh yg gw dapat malah pembuktian bahwa cerita ini hoax, sejarah berdirinya stanford yg bener ada di situs resmi universitas itu sendiri sedangkan penyangkalannya gw temuin di situs TruthOrFiction.com

Terlepas dari betul tidaknya cerita ini kita dapat mengambil teladan yg baik kok piss…!!!

—— hoax itu: ——

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan
berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat
kesan bahwa mereka adalah orang kampung udik, sehingg tidak mungkin ada
urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard“, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi
nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan
pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang
sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia
melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar
kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard,
dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Read the rest of this entry »


Ajari Aku Memeluk

Monday, 12 November 2007

sore ini dapet email dari kawan kantor isinya sangat menggugah, entah email ini doi dapet dari mana yg jelas sangat menggugah perasaan. Untuk sementara kopritenya ke doi dulu ye.. kalo dah nemu penulis aslinya baru gw perbaiki… ;)
Yulia menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dariruang tamu ke pintu depan.

Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada.
Yulia masuk lagi….
Keluar lagi……
Belum ada……!
Masuk lagi…. Keluar lagi…….
Begituterus selama hampir satu jam.
Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.

Pukul 18.30
Tinnn… Tiiiinnnnn…!!
Yulia kecil melompat girang!
Mama pulang!
Papa pulang!
Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah.
Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri disofa sambil mengurut-urut kepala.
Wajah-wajah yang letih sehabis bekerjaseharian, mencari nafkah bagi keluarga.
Bagi si kecil Yulia juga, yang tentunya belum mengerti banyak…..

Read the rest of this entry »


Bosan Hidup

Tuesday, 4 September 2007

Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.” “Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Read the rest of this entry »


MENGECEK HASIL PEKERJAAN SENDIRI

Monday, 12 February 2007

Kisah tentang “profesionalisme” yang patut kita renungkan….

Seorang anak lelaki masuk ke sebuah apotek, menarik peti minuman dan meletakkannya di dekat telepon umum.
Ia naik ke atasnya sehingga dapat mencapai tombol-tombol yang ada pada telepon. Lalu mulailah ia menekan tombol sampai tujuh dijit. Saya menyimak percakapannya.

Ia berkata, “Bu, apakah Anda membutuhkan bantuan untuk membersihkan kebun Anda?”
Wanita di telepon itu menjawab, “Saya sudah membayar seseorang untuk membersihkannya.-”
“Bu, Anda dapat membayar saya setengah harga saja.”
Sepertinya wanita itu sudah puas dengan hasil kerja dari orang tersebut…

Namun anak itu tak kenal putus asa dan menawarkan, “Bu, saya juga akan menyapu pinggiran jalan dan trotoar rumah Anda, sehingga pada hari Minggu nanti Anda akan memiliki halaman terindah di seluruh Jakarta.”
Lagi-lagi wanita itu menolak.

Dengan senyum, anak itu meletakkan gagang telepon.

Sang pemilik apotek menghampiri anak itu dan berkata, “Nak, saya suka sikapmu itu. Saya mengagumi semangat yang kaumiliki. Bagaimana kalau kamu bekerja untuk saya saja?”

Anak itu menjawab, “Tidak, Pak. Terima kasih. Sebenarnya saya hanya mengecek hasil pekerjaan saya sendiri.”


Kekuatan

Monday, 24 July 2006

Ada kekuatan di dalam cinta, Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah tergoyahkan Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran, Orang yang sabar adalah orang yang kuat Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu Dan ia tidak pernah merasa disakiti. Read the rest of this entry »


Kambing Hitam

Friday, 7 July 2006

Sering dalam hidup ini, kita mencari pembenaran atas tindakan kita dengan menyalahkan orang lain, mengatakan orang lain membenci kita, menghina kita, menjatuhkan kita dst, dst. Namun, kalau kita mau mencoba berhenti sejenak dan merenung, dengan jujur, coba menilik kembali perjalanan kita, kejadian-kejadian yang kita alami, bagaimana reaksi kita atas pernyataan orang lain, dan sebaliknya juga reaksi orang lain atas reaksi yang kita buat, baik dalam kejadian biasa-biasa saja, maupun dalam keributan atau konflik yang kita alami. Dan terutama dalam suatu konflik, coba kita bertanya, apakah tangan yang bertepuk sebelah akan berbunyi? Apakah ada api yang akan menyala jika tidak diberikan faktor pendukung nyala api itu? Oksigenkah, bahan bakarkah? Read the rest of this entry »