Saturday, 12 August 2006

ITALIAN TUNE-UP
by acg.aje — published on July 25th, 2006

Istilah ITALIAN TUNE-UP berawal dari kebiasaan mengemudi bangsa Italia yang terkenal temperamental dan senang ngebut. Di jalur-jalur pegunungan Italia, mereka terkenal dengan gaya mengemudinya yang ala gerombolan kaki berat, pokoknya bejek gas abis sampai putaran mesin/RPM mencapai batas maksimum (redline) sebelum mengoper gigi persneling.

Berlawanan dengan persepsi ataupun mitos yang dianut sebagian besar masyarakat, gaya menyetir ini justru memiliki beberapa dampak positif. Dampak terbesar adalah menunda/ memperlambat pembentukan kerak karbon dikatup masuk dan ruang bakar. Mesin juga butuh olah raga rutin!

Cara melakukan Italian tune-Up yang benar:
1. Ketika mesin mencapai sekitar 2000-2500 RPM pada gigi 1, segera injak pedal gas sampai habis;
2. Ketika putaran mesin mencapai redline, segera oper ke gigi berikutnya. Jangan menahan putaran mesin pada baras redline, ini bukannya mengolah-ragakan mesin tetapi berusaha memendekkan usia mesin;
3. Ulangi pada gigi 2 dan 3;
4. Lakukan 2-3 x setiap beberapa hari.

Pada kendaraan yang dilengkapi transmisi otomatis, tidak perlu memindahkan tuas persneling tetapi gunakan posisi D :

* Segera setelah putaran mesin mencapai sekitar 2000 RPM pada gigi 1 segera injak pedal gas sampai habis;
* Pengoperan secara manual tidak dianjurkan mengingat putaran mesin yang terlampau tinggi dapat menurunkan keawetan transmisi otomatis;
* Pada tipe transmisi otomatis elektronik, gunakan mode S (sport) ketika melakukan Italian tune-up

Peringatan sebelum melakukan Italian Tune-Up:
1. Yakinkan bahwa timing belt anda dalam kondisi baik (diganti secara berkala setiap 50.000km);
2. Oli mesin, transmisi maupun differential (gardan) harus pada level yang cukup dan kualitas oli yang digunakan juga harus baik;
3. Mesin tidak mengalami detonasi (ngelitik);
4. Jangan paksa mesin Anda. Jangan lakukan Italian tune-up ketika mobil berbeban/ bermuatan penuh atau sedang berada di tanjakan yang sangat berat

MEMAKSA MESIN BEKERJA PADA PUTARAN RENDAH
Kebiasaan orang mengendarai mobil dengan cara LUGGING THE ENGINE alias memaksa mesin bekerja dengan putaran rendah dibawah 2.000 RPM pada gigi 3, 4 atau bahkan 5 adalah kebiasaan yang sangat buruk karena akan mengurangi usia pakai mesin. Getaran berlebih yang ditimbulkan mesin juga akan berdampak
negatif bagi komponen-komponen lainnya seperti komponen transmisi, as roda penggerak, gardan, dll. Untuk pengendaraan sehari-hari, jagalah putaran
mesin pada kisaran 2.000-3.500 RPM karena kisaran ini memberikan konsumsi BBM yang terhemat serta dapat memperpanjang usia mesin.

(sumber : http://my405.wahyudesign.com/tips.php)

Italian Tune Up + DCS engine conditioner,……

Cara pakai DCS Engine Conditioner mudah kok , bisa dilakukan sendiri,….

1. biasakan bekerja di kondisi mesin normal, ngga perlu dipanaskan sampai bener-bener panas, cukup sampai extra fan menyala, baru kemudian kita mulai bekerja dgn DCS, matin dulu mesin.
2. buka saringan udara supaya memasukkan DCS mudah ke throtle body atau karburator.
3. nyalakan kembali mesin, kemudian semprotkan DCS ke bagian-bagian di karburator, sedikit-sedikit biar menyerap sambil diperhatikan mesin supaya jgn mati, kalau bisa pada saat semprot DCS RPM mesin jgn gede, cukup di maks 2000 RPM pemakaian sebaiknya 1 botol dihabiskan
4. matikan mesin, tunggu DCS bekerja, kira-kira 1jam kemudian nyalakan kembali mesin dan mulai deh lakukan geber-geber mesin di RPM 4000-5000, sebaiknya sih lakukan sambil mesin mendapat beban (sambil jalan) karena geber mesin tanpa beban sebenernya ngga bagus, pada saat mesin digeber abis biasanya kotoran langsung keliatan tuh, warna abu-abu dgn wangi khas DCS.

Memasukkan DCS ke ruang bakar bisa juga dilakukan, kalau hal ini mau dilaksanakan setelah prosedur no.1 diatas buka dulu busi dan semprotkan DCS ke masing-masing ruang bakar, jgn terlalu banyak cukup dgn semprotan kira-kira cairan DCS bakal melapisi seluruh permukaan piston, nah setelah disemprot, tunggu dulu kira-kira 1-2jam baru kemudian nyalakan mesin dan langsung digeber di RPM 4000-5000, selanjutnya ikuti prosedur no.2 diatas.


TERUS MENERUS tertipu Top1 !!!

Tuesday, 25 April 2006

FAKTA-FAKTA mengapa kita begitu mudah ditipu Top1 padahal bukti penipuan semua dengan MUDAH dilihat di depan mata!

Gua lagi menunggu membeberkan kebohongan oli Top1 sudah lama sekali sejak mobil gua rusak memakai oli Top1, oli menjadi mengumpal seperti lumpur padahal cuma 4000km aja! Motor teman gua juga dinding dalam mesin lecet-lecet ketika dibuka.

Sudah muak dengan penipuan-penipuan yang dilakukan mereka terhadap bangsa Indonesia. Kali ini banyak data yang kita dapat dari perusahaan-perusahaan oli merek -merek lain bisa mengujut-kan impian kita semua bahwa oli palsu bermerek Top1 harus STOP beredar Indonesia.

Sebenarnya gua harus nunggu sampe awal tahun depan untuk menunjukan kepada publik Indonesia bahwa kita semua selama ini ditipu oleh “orang asing”, Jimmy Zhu pemilik Top1, malah “orang asing” yang datang dari Daratan Cina (tidak ada maksud rasialis!) ini adalah WNI palsu ber KTP dan surat lahir palsu dan berbahasa Indonesia aja masih pelo. Lahirnya wong disono kok di KTP bisa jadi kelahiran Indonesia. Pihak imigrasi pun sedang kita hubungi untuk melacaki berkas-berkas palsu dia.

Rudi Hartono pun dijadikan penghianat bangsa oleh manajemen Top1.Lelucon sudah santer bahwa Top1 adalah oli selebriti (yg terkenal bego-bego tentunya).

Bermodalkan kesalahan pemerintahan kita 20 lebih tahun yang lalu dimana Oli Import dilarang karena pemerintah mencoba menggalakkan pemakaian Mesran tapi lucunya rakyat tidak sadar jika oli import dilarang akan tetapi kok Top1 bisa beredar meraja-lela yang katanya “Made in USA”, berarti pemerintah memang diberi tahu (atau diberi uang?) bahwa Top1 memang BUKAN oli import! Sejak itu penjualan Top1 menggalak karena tidak ada saingan!

Data omzet penjualan Top1 yang kita miliki komplit dan pihak pajak pasti senang sekali melihat BUKTI penipuan pajak yang gila-gilaan. Kami tidak bodoh untuk menghubungi pihak kantor pajak langsung karena beberapa dari mereka pasti sudah dibeli. Maka surat dan data penjualan “SEBENARNYA” dan kopi pembayaran pajak palsu Top1 yang HANYA membayar “sepersekian” dari seharusnya akan langsung dikirimkan ke pihak SBY. Pasti akan kaget sekali mereka melihat perbedaan yang sangat gila. Selama ini total penggelapan mencapai puluhan milyar Rupiah.

Bertahun-tahun gua menghabisi enerji, waktu dan uang untuk melacak kebenaran dibalik kebohongan oli Top1.

Honda Jepang pun sedang kita hubungi karena penipuan oleh pihak Honda Mobil disini untuk menganjurkan memakai Top1 di Showroom mereka padahal dari mekanik-mekaniknya di bengkel-bengkel resmi Honda pun sudah mengaku bahwa capai dengan problem BANYAK SEKALI dengan memakai Top1 dan mereka selalu diSOGOK dengan hadiah-hadiah dari Top1. Dengar-dengar salah satu pemegang saham di Honda adalah bos Top1.

Wartawan-wartawan otomotif saja sudah banyak yang mengetahui bahwa Top1 itu adalah oli palsu & jelek dan mereka pun kena sogok dengan hadiah-hadiah yang diberikan oleh Top1. Memang bejat management dari Top1, penghancur moral bangsa dengan mengajari kita semua untuk menerima sogokan demi kepentingan pribadi mereka.

Orang dalam kita sudah banyak suplai kita data-data yang akan memojokan Top1. Sampai untuk bungkus Shrink Plastic untuk packaging Top1 pun kami tahu bagian mana diberi tanda untuk menandakan “keaslian” barang palsu anda!

John Noonan, orang Amrik, pemegang rekor speed motor saja mengetahui bahwa mereka dibayar oleh perusahaan Indonesia bukan oleh perusahaan USA untuk menempel gambar tempel di motor mereka sewaktu pemecahan rekor.Termasuk seorang Dragster berkulit hitam yang 10 tahun lalu juga disuruh pura-pura menempel seluruh bodi mobil balap drag-nya dengan Top1. Data kami sudah komplit termasuk statement dari mereka sudah komplit untuk menunjukan pada publik bahwa kita ditipu mentah-mentah.

Setiap kali lu berbohong atau mengeluarkan produk baru, makin kuat kita yakin kepalsuan keseluruhan barang lu.

Hanya sebagian Contoh Produk Bohongan keluaran mereka baru-baru ini:

Produk Top1 Evolution Oli:

Yang jelas-jelas MENCURI design dari oli Red Line Japan, mulai dari Logo dan gambar RPM. Mana mungkin perusahaan Amerika yang benar berani melakukan hal ini. Yang paling TELAK adalah tulisan “1 Liter” di kalengnya. SALAH TULIS!!! Mana ada produk dari Amerika yang nulis “1 Litre”!!! Semua produk Amerika tulis: “Liter” bukan “Litre”. Di dunia hanya orang Inggris (England) atau Singapore yang pakai “Litre”!!!

Coba email Red Line Oil perwakilan Jepang (http://www.redlineoil.co.jp/mail.html) dan suruh mereka cek website Top1

Produk Power Booster:

Beberapa bulan yang lalu masih memakai merek “Top1 Fuel System Cleaner” yang posternya bergambar robot sedang bernapas. Jelas-jelas mencuri iklan dari salah satu perusahaan Amerika. Mungkinkah jika benar perusahaan Amerika berani melakukan hal ini. BUKTI:

Kerjanya cuma nyolongin milik orang lain!!! Mana ada perusahaan yang benar dari Amerika sono berani terang-terangan melakukan semua diatas!

Lalu sekarang coba perhatikan iklan “Power Booster”, tangan yang memegang botol adalah tangan orang Indonesia dan difoto di Jakarta. Mana mungkin hasil foto di Indonesia dipakai di situs Amerika

Coba juga lihat ke website mereka, cewe model untuk kalender mereka masa orang Indonesia, hahaha guoblok!!! Katanya website Amrik!!! Dos oli-nya juga masa gambar motor bebek??? Hahahaha di Amrik ada motor bebek???

Di websitenya pula, coba lihat, masa oli Amrik tapi penjualnya semua diAsia. Coba datangin toko-toko atau supermarket di Amerika. TIDAK ADA satu pun orang yang pernah dengar Top Oil atau Top1. Gua malah sengaja minta kawan datang ke kantor Top1 di San Fransisco yang ternyata kantor kecil dan gak ada aktivitas yang biasanya disewa murah dekat Airport.

Dan lucunya dalam jarak kurang lebih 1 kilometer (0,6 mil) ada sebuah tempat penggantian oli yang cukup besar & ramai, dan ketika ditanya mereka TIDAK pernah tau ada kantor oli dekat mereka apalagi mendengar merek Top1 atau Top Oil. Padahal toko mereka menjual semua merek oli diAmerika yang kita tidak pun pernah dengar disini.

Coba perhatikan polanya, mana ada perusahaan oli beneran dari luar negeri seperti Pennzoil, Shell, Castrol, Mobil 1 atau Total yang bisa manuver seenak-enaknya mengikuti pola Indonesia. Kalo di Indonesia sedang laku wangi-wangian, Top1 ciptakan wangi-wagian “Gel” yang dibuat di Cina.

Kalo sedang laku obat poles kaca anti-hujan, Top1 ciptakan cairan obat poles “anti-hujan”.

Kalo lagi laku pembersih injektor, Top1 ciptakan “Fuel System Cleaner” (atau setelah gak laku ganti nama jadi Power Booster) yang entah dari mana cairannya lalu diisi di Indonesia.

Kalo oli Conoco keluarkan bahan dasar bening, Top1 tau-tau mendadak nongol juga dengan bahan dasar bening yang gak tau isinya apa?

Sekarang kelihatanya barang yang sedang banyak dicari orang di Indonesia adalah produk oktan. Kelihatannya pasti sebentar lagi Top1 PASTI ciptakan produk oktan-oktanan entah bentuknya cairan atau yang bentuknya pil. Yang pasti isinya juga gak jelas. Pokoknya kerjanya nipu melulu!

Kita juga ada bukti bahwa email yang seakan-akan kita tujukan ke Top1 Amerika sebenarnya dibuka dan dijawab di Indonesia karena memang bule-bule disono cuma kedok belaka. Kita sudah dikonfirmasi oleh: Krysio Technologies yang ngurus website Top1 bahwa email di-forward ke Indonesia.

Ayo wartawan-wartawan kita yang kebanyakan universitas saja tidak masuk, masa bisa dibohongi oleh Jimmy Zhu yang juga SMA aja gak lulus di tempat asalnya sono.

Masa acara DEWA (pemusik) diajak keliling ke Pabrik Top1 yang bohongan aja percaya! Masyarakat aja sudah banyak yang tertawa, masa yang namanya pabrik oli, merek pabriknya pake spanduk!!! Hahaha!!

Di milis-milis club-club otomotif di Indonesia sudah SEMUA mengetahui kebejatan Top1, Jimmy dan Rudy Hartono dan beberapa saya baca malah mengutuk mereka 7 turunan! Menyedihkan!

Penjualan Top1 terus menurun drastis, apa anda pikir bangsa Indonesia begitu bodoh, dapat anda tipu dan sogok terus.

Coba pikir saja, jika kita tidak benar-benar serius dalam hal ini, kenapa kita bisa mendapatkan sampai data-data paling sensitif. Bersiap-siaplah untuk bermimpi buruk hai penghancur bangsa Indonesia!

Apa lagi yang akan dicoba Top1 lagi untuk menipu lagi Bangsa Indonesia bahwa Top1 adalah asli Amerika. Apa mungkin yang berikutnya adalah iklan Presiden Bush mencium kaki Jimmy Zhu dan Rudy Hartono? Bisa jadi, Top1 terkenal berani menipu!!!

Sebentar lagi pasti keluar iklan 1 halaman di Kompas dengan kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa berita-berita yang belakang ini beredar mengenai Top1 adalah fitnah dan lalalala, lalalala dan lalalala.Fitnah??? Dengan data sekomplit ini masih beranikah anda bilang fitnah???

Perhatikan juga website mereka, pasti akan secepatnya dirubah untuk menghilangkan jejak kebocoran dan kesalahan mereka yang gua beberkan disini.

Pertanyaan terakhir! Berapa sering kah Jimmy Zhu mengatakan: “Cari uang di Indonesia mah lebih enak, orangnya bodoh-bodoh!”.

Jawabannya: TERLALU SERING!!! Dan gua mendengar dengan kuping gua sendiri kawan gua rekam memakai hp-nya waktu ketemu Jimmy di kantornya!

(sumber: user-bmw-ina [at] yahoogroups [dot] com)